RSS

Proyeksi Perspektif 1 titik hilang

21 Apr

posting ini isinya hasil belajar proyeksi dikit, ga banyak-banyak ko jadi ya…seadanya aja gitu loh😀

Kata Perspektif berasal dari kata Itali Prospettiva yang berarti gambar pandangan. itu kataYohannes Suparyono judul bukunya…(ada di bawah).

untuk menghasilkan gambar dengan perspektif 1 titik hilang, objek ditempatkan sedemikian rupa sehingga 2 pasang tepi utamanya, sejajar dengan bisang gambar. dan 1 pasang tepi lainya tegak lurus terhadap bidang gambar. nah… 1 pasang tepi yang terakhir tadi akan mengumpul ke arah 1 titik hilang dalam perspektif

cara menggambarnya:
1. Gambarkan objek dan bidang gambar

2. Tentukan sumbu pandang dan baris cakrawala, maka otomatis titik lenyap didapatkan. Titik lenyap berasal dari pertemuan sumbu pandang dan garis cakrawala

3. Tentukan titik pandang menurut kedua sudut pandang (horisontal dan vertikal). Untuk sudut pandang horisontal selalu ditarik dari titik benda terjauh terhadap TL dengan kemiringan 30 derajat terhadap sumbu pandang. Kemudian sudut pandang vertikal dengan mengukur tinggi cakrawala dari sumbu pandang ke kiri dan ditarik garis dengan kemiringan 30 derajat terhadap sumbu pandang

4. Tentukan titik ukur dengan cara menarik garis dari titik pandang ke bidang gambar dengan kemiringa 45 derajat terhadap sumbu pandang

5. Dari setiap sudut bidang muka kubus ditarik garis menuju TL (titik lenyap).

6. kedalaman kubus diukur dari ukuran sisi kubus dan diletakkan disebelah kiri, kemudian ditarik menuju titik ukur yang berada di garis cakrawala

7. jadi deh =>

Referensinya :

Yohannes Suparyono. Konstruksi Perspektif. PIKA, Semarang. 2003

lanjutannya nih… proyeksi perspektif 2 titik hilang n proyeksi perspektif 3 titik hilang

 
9 Comments

Posted by on April 21, 2008 in mikir dikit ajah

 

Tags: ,

9 responses to “Proyeksi Perspektif 1 titik hilang

  1. ria

    December 4, 2008 at 9:39 am

    makasih ya maz yohanes suparyono

    ikutan makasih juga😉

     
  2. Johannes Suparyono

    June 19, 2009 at 10:51 am

    Ikut gembira, kalau bisa mengerti.
    Pertanyaannya, kenapa mesti 30 derajat? dan kenapa mesti 45 derajat?
    Kalau ini bisa dimengerti, lebih mudah untuk dikembangkan lebih lanjut.
    Salam

     
    • vie2

      June 19, 2009 at 1:27 pm

      Salam🙂 makasih udah mampir

       
  3. ivan

    December 18, 2009 at 2:31 am

    ada yang lebih detail ga??saya belum ngerti banget ni
    makasih

     
    • vie2

      December 18, 2009 at 9:38 pm

      ntar dikirimin deh, tapi kurang lebih sama… lebih enaknya lagi beli buku itu tuh, cari di senen deh.
      isinya lengkap ko ada penjelasan kenapa derajat harus sekian…

       
  4. ferdi

    February 10, 2011 at 7:01 pm

    Thx yah ☺☺☺ udah bantu bikin ini !!!

     
    • vie2

      February 11, 2011 at 8:51 am

      okeee… sama-sama…🙂

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: